Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya memasukkan Habib Novel ke dalam
Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagai salah satu korlap demo Front
Pembela Islam (FPI) yang berakhir ricuh di Gedung DPRD DKI Jakarta pekan
lalu. Foto Habib Novel yang bertuliskan 'dicari' pun disebar.
"Satu
orang yang masih kita cari, inisial Habib NV, sudah kita tetapkan
sebagai DPO, dan kita sebarkan ke jajaran satuan polisi yang ada di
Polda Metro Jaya ini, ini gambarnya, dicari," kata Kabid Humas Polda
Metro Jaya, Kombes Rikwanto sambil menunjukkan gambar tersebut di
kantornya, Selasa (7/10/2014).
Rikwanto mengatakan,
Polsek-polsek akan menyebarkan gambar ini ke masyarakat. Polisi
mengimbau kepada seluruh pihak yang mengetahui keberadaan Habib NV untuk
melaporkan ke polisi.
"Barang siapa yang mengetahui keberadaannya, melaporkan untuk kita tindaklanjuti ke penangkapan," ujarnya.
Sebelumnya,
Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menelusuri latar belakang terjadinya
kericuhan saat demo Front Pembela Islam (FPI) di depan Gedung DPRD DKI
Jakarta. Polisi menyebut FPI menyerang anggota kepolisian dengan brutal.
"Untuk
latar belakang mengapa itu terjadi, mengapa mereka begitu brutalnya
menyerang polisi yang berjaga di sana, ini masih kita dalami. Termasuk
berbondong-bondongnya mereka dari luar DKI ini datang ke Jakarta untuk
ikut demo, ini juga masih kita dalami," kata Kabid Humas Polda Metro
Jaya, Kombes Rikwanto, di kantornya, Selasa (7/10/2014).
Dalam
aksi penolakan terhadap Basuki Thahaja Purnama menjadi Gubernur DKI itu,
Rikwanto menjelaskan, FPI telah menyiapkan berkarung-karung batu,
kotoran sapi, samurai yang seperti tongkat dan lainnya yang telah disita
kepolisian.
"Yang jelas dalam aksinya kemarin, mereka sudah
persiapkan diri dengan batu, ada berkarung-karung batu yang disiapkan di
mobil komando mereka, kita sita. Ada juga beberapa karung kotoran sapi
yang siapkan juga, ada bambu dan kayu-kayu yang mereka siapkan juga,
termasuk samurai yang seperti tongkat, kita sita," ujarnya. (Sumber:
Detik)